Path: Top <-> Jurnal

Model Pengambilan Keputusan Untuk Mengembalikan Fungsi Hutan Pasca Reklamasi Lahan Bekas Timah di Pulau Bangka dengan Analytical Hierarchy Process

2 Agustus 2017
Undergraduate Theses from STMIK-29012916 / 2017-06-15 10:34:53
By : Hilyah Magdalena, S.Kom., M.Kom. , Perpustakaan STMIK Atma Luhur
Created : 2017-06-15, with 1 files

Keyword : Pulau Bangka, tambang timah, Analytical Hierarchy Process, teknologi perbaikan lahan, agroforestri.

Setelah masa kejayaan timah berlalu dari Pulau Bangka, saat ini Pulau Bangka harus berusaha membenahi peninggalan penambangan timah yang telah berlangsung lama. Masalah besarnya adalah rusaknya ekosistem baik itu di darat, sungai, maupun di pesisir pantai. Selain itu areal bekas tambang timah ternyata cukup luas dan seharusnya dapat dimanfaatkan kembali untuk kesejahteraan masyarakat Pulau Bangka. Penelitian ini menganalisa beberapa kriteria untuk meenentukan model pengambilan keputusan terbaik yang akan dilaksanakan di Pulau Bangka. Kriteria – kriteria yang dianalisa adalah lokasi tambang terdiri dari lokasi daratan, sungai, dan pesisir pantai. Kriteria lainnya adalah dampak lingkungan yang terdiri dari rusaknya ekosistem pesisir, cemarnya sumber air bersih, perubahan topografi garis pantai, limbah tailing, padang pasir, dan erosi. Kriteria terakhir yang dianalisa adalah teknologi perbaikan lahan yang terdiri dari, teknologi pertanian dengan amelioran pupuk organik dan menggunakan kompos untuk menurunkan kadar timbal dalam air kolong sebagai media budidaya ikan. Sedangkan alternatif – alternatif yang akan dipilih untuk mengembalikan fungsi hutan di Pulau Bangka adalah agroforestri, ekowisata, silvopastura, dan silvofishery. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kriteria paling penting adalah teknologi perbaikan lahan dengan bobot mencapai 48,9% dan alternatif yang terpilih adalah agroforestri dengan bobot mencapai 33,1%.

Description Alternative :

Plagiarism is a fraudulent behavior that takes the results of scientific work of others and acknowledge it as the work itself. There are many categories, the scope, the media, reason, and the form of plagiarism. The higher education institutions are one of the institutions that are prone the plagiarism behavior. High demands on students, faculty / academic staff to produce the scientific work corresponding clump of science, making many of plagiarism scientific work. With a variety of shapes and reason, then assess scientific work must be done with clear criteria, accurate, and reliable. This study was designed to assemble the factors that can be used as a basis for assessing whether a scientific paper is the result of plagiarism or not, especially for the scope of STMIK Atma Luhur campus. This study involves a multi-criteria and multi alternative. This situation requires research methods capable of considering the qualitative and quantitative aspects. Under these conditions, this research using Analytical Hierarchy Process, as AHP able to apply complex mathematical approach it intelligently but based on a qualitative basis. Further benefits of using Expert Choice AHP 2000 is supporting calculations with the help of the application. Data processing results show that the most important factor to be considered in assessing plagiarism is a weighting factor Actors by 17.9%, the second most important factor is the Scope of Plagiarism by weight 17% , and the third most important factor is the Category of Plagiarism. While the results of scientific work of the most widely targeted for plagiarism is the article with a weight of 34.1%.

Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDSTMIK-29012916
OrganizationPerpustakaan STMIK Atma Luhur
Contact Namedelpiah
Addressselindung
Citypangkalpinang
Regioni
CountryIndonesia
Phone
Fax
Administrator E-maildelphibabel@atmaluhur.ac.id
CKO E-maildelphibabel@gmail.com

Print ...

Contributor...

  • , Editor: Nuryani

Downnload...